Cara Investasi Saham dengan Modal Kecil

Akhir akhir ini investasi saham sedang ramai digeluti oleh generasi milenial, hal ini tidak tidak lepas dari program nabung saham yang digalakan oleh ojk dan bursa efek indonesia. 

Program nabung saham ditargetkan untuk generasi milenial dengan menggandeng influencer, program tersebut memiliki target agar semakin banyak generasi milenial yang melek literasi finansial dan masuk ke pasar saham. 

Namun faktanya rata rata gaji generasi milenial masih dikisaran 5 juta, apakah bisa mulai investasi saham? 

Tentu sangat bisa investasi saham dengan budget yang minim, apalagi sekarang sudah banyak sekuritas yang tidak mematok minimal deposit di akun rdn.

Tapi apakah optimal investasi dengan budget sedikit? 

Optimal atau tidak kembali pada strategi yang digunakan, Anda bisa menggunakan strategi yang dikutip dari vinansio berikut ini.

1. Average Dollar Cost Investment

Maksud dari average dollar cost adalah investasi rutin tiap bulan setelah terima gaji.

Pastikan anda sudah melakukan budgeting untuk kebutuhan hidup dan budget investasi tidak diambil dari budget kebutuhan hidup dan tidak diambil dari dana darurat. Pastikan gunakan uang yang memang tidak terpakai.

Kelebihan dari menggunakan strategi averaging dollar cost adalah psikologi Anda terjaga dari fluktuasi harga, dan harga rata rata pembelian Anda akan mengikuti harga waktu pembelian. 

2. Average Down

Strategi ini menuntut Anda untuk lebih sabar dan lebih butuh waktu untuk sesekali melihat keadaan market.  Average down saham adalah kondisi dimana Anda menambah saham yang sama ketika nilainya turun.

Contoh Anda membeli saham Bank BRI (BBRI) di harga 4000 kemudian beberapa waktu kemudian harga saham BBRI turun 5% maka anda melakukan aksi beli lagi untuk menurunkan harga rata rata pembelian. 

Strategi ini sangat bagus jika Anda membeli saham yang berfundamental bagus dan dihargai pasar murah. 

Untuk menjalankan strategi average down Anda harus memiliki budget yang lebih besar daripada averaging dollar cost untuk berjaga jaga jika harganya turun, terlebih dalam keadaan market sedang down trend. 

Untuk menjalankan strategi average down pastikan jangan habiskan budget Anda untuk sekali beli.

contoh anda memiliki budget untuk membeli BBRI sebanyak 9 lot, maka belikan sepertiganya saja atau 3 lot. Jadi anda masih memiliki budget untuk membeli lagi ketika harga turun lebih murah dari harga pembelian anda. 

Saat harga turun dan masih memiliki budget untuk membelinya lagi, maka anda tidak panik dan bahkan Anda akan senang karena bisa mendapatkan harga lebih murah. 

Kekurangan dari strategi average down adalah Anda harus benar benar memilih saham berfundamental bagus dan harga murah. Selain itu anda juga perlu menjaga psikologi agar tidak terbawa oleh fluktuasi pasar. 

Anda juga harus tahu cara menghitung harga wajar suatu saham dan konsisten untuk membeli lagi ketika harga turun sekian persen dari harga rata rata pembelian saham anda. 

Sekian artikel pembahasan strategi investasi saham dengan gaji 5 juta, semoga bermanfaat untuk Anda. Selamat berinvestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *