Cara Menggunakan Rufus

Cara Menggunakan Rufus

Rufus adalah sebuah tools atau alat berupa aplikasi desktop yang sering digunakan untuk membantu pembuatan bootable. Perangkat yang digunakan sebagian besar berupa flashdisk, kartu memori, dan lain sebagainya.

Rufus sendiri dibuat oleh Pete Badard Rai Akeo Consulting dengan lisensi GNU GPL versi 3 atau yang lebih baru, sehingga bisa didistribusikan, dimodifikasi, atau bahkan dijual sekalipun dengan catatan tetap menghormati lisensi GPLv3.

Rufus adalah satu dari banyak aplikasi yang sering digunakan untuk membuat bootable. Aplikasi ini banyak dipilih bukan tanpa alasan, namun karena memang benar-benar mudah ketika digunakan, bahkan oleh pemula sekalipun.

Namun, terkadang tetap saja ada yang masih kebingungan ketika menggunakannya. Tapi wajar saja sih, karena bagian-bagian dari Rufus juga tidak hanya satu saja, melainkan ada beberapa bagian yang harus disetting agar bootable bisa digunakan dengan baik.

Cara Membuat Bootable dengan Rufus

Ketika Anda membuat bootable flashdisk dengan Rufus, itu berarti Anda hendak melakukan instalasi sistem operasi, bukankah begitu?

Jika Anda ingin menginstall OS terbaru dari Windows yaitu Windows 10, Anda bisa membaca cara install Windows 10 dengan flashdisk. Dalam artikel tersebut, proses instalasinya sudah dibahas dengan lengkap bahkan disertai dengan gambar pendukung, jadi Anda akan lebih mudah memahaminya.

Kembali ke topik cara menggunakan Rufus. Untuk membuat bootable dengan Rufus, sebenarnya tidak sulit kok caranya. Anda hanya perlu mempersiapkan flashdisk dan file ISO dari sistem operasi yang akan Anda gunakan.

Penting: Pastikan kalau flashdisk yang Anda gunakan sudah tidak ada file penting lagi. Jika masih ada, silahkan lakukan backup terlebih dahulu.

Kenapa? Karena saat proses pembuatan bootable flashdisk menggunakan Rufus ini, semua data flashdisk akan diformat. Jadi, jangan sampai data penting Anda terhapus.

Bagi Anda yang belum memiliki file ISO dari sistem operasi tersebut, Anda bisa mendownloadnya langsung melalui situs Microsoft. Atau kalau mau yang lain, Anda bisa mendownloadnya di situs-situs besar yang sudah dipercaya.

Aplikasi Rufus tersedia dalam 2 versi, yaitu portable dan installer. Jika Anda memilih Rufus portable, maka Anda bisa langsung menggunakannya tanpa instalasi. Namun, jika Anda memilih Rufus installer, maka Anda harus melakukan instalasi terlebih dahulu

Jika semuanya sudah siap, silahkan ikuti langkah berikut:

  1. Pertama, silahkan download aplikasi Rufus dan pilih versi yang Anda inginkan, installer ataupun portable.
  2. Setelah itu, buka aplikasinya.
  3. Setelah terbuka, silahkan masukkan flashdisk yang akan digunakan untuk membuat bootable ke komputer Anda. Jika sudah masuk, maka pada bagian Device akan ada nama dari flashdisk tersebut.Cara Menggunakan Rufus di Windows 7
  4. Selanjutnya, silahkan pilih file ISO yang akan Anda gunakan dengan klik SELECT lalu cari file tersebut. Silahkan setting seperti di bawah ini saja, atau kalau mau pengaturan lain silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.Cara Menggunakan Rufus di Windows 8
  5. Jika sudah Anda setting semuanya, silakan klik START untuk memulai proses pembuatan bootable flashdisk. Jika terdapat jendela seperti gambar sebelah kanan, silahkan klik OK saja dan tunggu prosesnya.Cara Menggunakan Rufus di Windows 10
  6. Biasanya, proses akan berjalan beberapa menit dengan detail yang bisa Anda lihat pada bagian bawah (yang saya tandai). Jika semuanya sudah benar-benar selesai, maka prosesnya akan berhenti otomatis dan terdapat tulisan READY.Cara Membuat Bootable dengan Rufus
  7. Selesai.

Nah, sekarang, Anda sudah bisa menggunakan flashdisk tersebut untuk melakukan instalasi sistem operasi. Untuk caranya berbeda-beda ya setiap sistem operasi. Bagi yang ingin install Windows 10, silahkan klik link yang saya berikan di atas tadi.

Kenapa Menggunakan Flashdisk?

Selanjutnya, tidak ada salahnya jika kita mengetahui bersama alasan kenapa menggunakan flashdisk ketika install sistem operasi.

Jadi, dalam proses install sistem operasi, kita bisa menggunakan beberapa media, seperti flashdisk dan DVD. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebenarnya, media flashdisk ini sangat membantu pengguna laptop yang tidak memiliki DVD ROM. Jadi, saat hendak install sistem operasi, tidak perlu menggunakan DVD ROM External, melainkan cukup menggunakan flashdisk saja.

Melakukan install sistem operasi menggunakan flashdisk juga sangat jarang terjadi corrupt. Lain halnya ketika menggunakan DVD yang lebih rentan corrupt. Hal ini dikarenakan DVD lebih cenderung “mungkin” terkena goresan.

Nah, jadi, itulah sedikit alasan mengapa melakukan install sistem operasi menggunakan flashdisk.

Mungkin hanya ini saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda yang sedang ingin menggunakan Rufus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *