media tanam hidroponik

Media Tanam Hidroponik

Berbicara tentang hidroponik memang selalu menjadi topik menarik dikalangan para pecinta tanaman.

Walaupun ketenaran hidroponik sudah lama kita kenal, namun keberadaan teknik ini masih menjadi pilihan bagi sebagian orang dalam dunia budidaya pertanian. Hal ini tidak lain karena uniknya cara bercocok tanam dengan  media tanam hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai medianya.

Definisi  Media Tanam Hidroponik

Pada dasarnya yang di maksud dengan media tanam hidroponik ini adalah semua jenis bahan yang dapat digunakan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Akar dari tanaman tidak dapat dipisahkan dari media yang digunakan untuk tempat menempelnya akar dan menyerap nutrisi. Oleh sebab itu, media tanam yang digunakan haruslah mampu untuk menggantikan fungsi dari tanah

Media Tanam Organik

Media tanam organik adalah media tanam yang bahannya berasal dari makhluk hidup, misalnya dari bunga dan daun pada tanaman.

Keunggulan dari media tanam organik ini adalah adanya mineral, karbondioksida serta oksigen yang terkandung didalamnya sehingga tanaman dapat menyerap kebutuhan unsur hara. Jenis dari media tanam organik adalah

1. Arang Sekam

Sekam merupakan media tanam yang dihasilkan dari proses penggilingan kulit padi. Jika pada media tanam yang lainnya membutuhkan disterilisasi, untuk sekam ini tidak perlu disterilisasi karena bakteri didalamnya sudah mati.

2. Sabut Kelapa

Sabut yang diambil dari buah kelapa ini mempunyai kelebihan mampu menampung kadar air yang tinggi. Sehingga anda tidak memerlukan banyak penyiraman saat menanam.

3. Akar Pakis

Media tanam ini banyak digunakan pada tanaman anggrek. Kemampuan akar pakis untuk mengikat air dan mempunyai sistem drainase yang baik membuat media tanam ini cocok untuk media tanam.

Kelebihan Media Tanam Organik

  1. Mampu meyimpan air dan mempunyai nutrisi yang tinggi untuk diserap oleh tanaman
  2. Media tanam ini baik untuk perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman, seperti mikroriza dan lain sebagainya
  3. Aerasi sangat optimal atau porus
  4. Mempunyai kemampuan untuk menyangga pH yang tinggi
  5. Media tanam ini sangat cocok untuk perkembangan perakaran
  6. Bisa digunakan pada tipe irigasi drip
  7. Media tanam ini lebih ringan

Kekurangan Media Tanam Organik

  1. Kadar kelembaban media ini cukup tinggi, sehingga rentan terjadi serangan jamur, bakteri maupun virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman
  2. Sterilitas media ini sulit dijamin
  3. Bersifat tidak permanen dan hanya dapat digunakan untuk beberapa kali saja. Anda harus secara rutin menggantinya.

Media Tanam Non Organik

Media tanam non organik adalah media tanam yang berasal dari bahan selain dari sisa tumbuhan. Media ini biasnaya banyak digunakan karena bersifat permanen dan lebih mudah menggunakannya.

Media non organik ini bisa digunakan berulang pada tanaman sehingga anda tidak perlu mengganti secara rutin seperti halnya media organik

1. Rockwool

Rockwool ini berasal dari proses pemanasan batuan basalt dan bentuknya hampir menyerupai spons. Batuan basalt dipanaskan dengan suhu yang tinggi sehingga batuan mencair dan membentuk serabut halus.

Saat ini rockwool merupakan media tanam yang banyak digunakan oleh petani hidroponik. Salah satu alasannya karena penggunaan yang mudah, harga yang relative murah, dan hasil panen yang bagus.

Harga rockwool kurang dari 100 ribu, ada juga yang menjual dengan harga 100 ribuan saja. Namun, ini bergantung pada ukuran dan tebal dari rockwool.

Salah satunya adalah rockwool cutilane dengan ukuran 12.5 cm x 15 cm x 7.5 cm seharga Rp 10 ribuan saja. Sementara 1 slab dengan ukuran 100 cm x 15 cm x 7.5 cm seharga Rp 75 ribu saja.

2. Perlit

Perlit ini dihasilkan dari batuan silika yang juga dipanaskan pada temperatur tinggi. Kelebihan perlite ini memiliki daya serap yang cukup baik, bentuk dan teksturnya menyerupai styrofoam sehingga dapat meningkatkan aerasi tanaman.

Jenis tanaman yang biasanya menggunakan perlit, yakni hidroponik tanaman bunga dalam pot. Perlit ini cocok untuk tanaman-tanaman yang relative ringan.

Bagaimana bila tanaman buah? Tentu tidak cocok dengan perlit, biasanya menggunakan hidroton.

3. Hidroton

Hidroton atau dikenal pula dengan sebutan Expended Clay biasa digunakan untuk jenis tanaman sayur buah. Tomat atau melon contohnya.

Bentuknya bulat-bulat dengan diameter yang cukup beragam. Media tanam ini terbuat dari tanah liat atau tanah lempung yang dibuat menjadi bentuk seperti kelereng.

4. Gravel

Gravel ini didapat dari pecahan batu bata atau kerikil. Namun media ini hanya dapat digunakan pada tanaman yang tahan air dan memiliki kebutuhan air yang cukup tinggi.

Kelebihan Media Tanam Non Organik

  1. Bersifat permanen, dapat digunakan dalam jangka waktu lama
  2. Aerasi optimal
  3. Media tidak terlalu lembab
  4. Sterilitas media terjamin
  5. Jarang ditumbuhi jamur, bakteri dan virus

Kekurangan Media Tanam Non Organik

Bukan merupakan media yang baik untuk perkembangan organisme bermanfaat

  1. Media ini lebih berat
  2. Karena terlalu cepat mengatuskan air sehingga nutrisi sering terlindi
  3. Kurang baik untuk perkembangan perakaran

Dengan mengetahui beberapa jenis media tanam hidroponik maka kita bisa belajar untuk memilah mana saja yang cocok dengan jenis tanaman yang akan kita tanam.

Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Sesuaikan dengan kondisi lingkungan dan bahan yang mudah anda dapatkan agat kegiatan bercocok tanam dengan hidroponik menjadi menyenangkan.

Demikianlah beberapa informasi mengenai media tanaman hidroponik, dari definisi, jenis, hingga kelebihan dan kekurangan masing-masing media tanam. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *