Kenali Lebih Dalam tentang Pengertian Hidroponik dan Jenis-Jenisnya

Anda mungkin menyadari kondisi lahan yang semakin sempit karena maraknya pembangunan modern membuat dunia pertanian menjadi berinovasi. Sekarang ini pertanian dengan teknik hidroponik semakin gencar dilakukan khususnya di wilayah perkotaan.

Produk hidroponik dikenal lebih sehat dan bernutrisi di masyarakat. Apa sebenarnya teknik pertanian hidroponik? Ketahui manfaat luar biasa dari teknik ini dengan mengetahui pengertian hidroponik, jenis, dan manfaatnya yang luar biasa.
Pengertian Hidroponik Lengkap

Hydro memiliki arti “air”, poros memiliki arti “kerja”. Sesuai dengan namanya, Hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai media tanam. Air pada teknik hidroponik sangat berperan sebagai perantara untuk melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh tanaman.

Metode hidroponik muncul dari semakin tingginya kesadaran manusia akan pentingnya penyerapan nutrisi untuk tanaman agar tumbuh dengan baik. Sedangkan tanah yang umum dipakai untuk media tanam, pada dasarnya berfungsi sebagai penyangga tanaman saja. Yang terpenting adalah apakah media tersebut bisa menyalurkan nutrisi dengan baik atau tidak.

Jika nutrisi diserap dengan baik, tanaman akan tumbuh dengan baik bahkan berbuah lebih cepat walaupun tanpa media tanah. Dengan teknik budidaya tanaman hidroponik, petani dapat menghemat tempat budidaya dan waktu untuk panen.

Jenis-Jenis Hidroponik

Berdasarkan media tanam yang umum digunakan, hidroponik bisa dibagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut :

1. Aeroponik

Aeroponik merupakan salah satu jenis dari teknik hidroponik. Sesuai dengan namanya, Aero yang berarti “udara”, pengertian hidroponik jenis ini secara harfiah berarti memanfaatkan udara sebagai media tanam. Dengan kata lain, melakukan budidaya tanaman dengan metode pengkabutan/spraying ke akar tanaman yang menggantung di udara dengan penyangga. Kebutuhan nutrisi tanaman pada teknik Aeroponik terpenuhi dengan melakukan spraying.

Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman akan di serap dengan baik oleh akar tanaman walaupun tanpa media tanah. Teknik Aeroponik merupakan inovasi dari teknik hidroponik, yang pertama kali dikembangkan di University of Pia, Italia. Sedangkan di Indonesia mulai dikembangkan secara komersil oleh Amazing Farm di Lembang, Bandung.

2. Fertigasi

Fertigasi merupakan gabungan dari kata fertilisasi dan irigasi. Kedua istilah dalam pertanian ini dipadukan dalam satu metode hidroponik. Fertigasi yaitu metode aplikasi unsur hara untuk tanaman melalui sistem irigasi. Fertilisasi sendiri memiliki arti pemupukan. Kelebihan dari teknik fertigasi adalah efesiensi biaya khususnya untuk biaya tenaga kerja yang bisa ditekan. Pemupukan dan penyiraman dipadukan satu dalam teknik ini, selain menghemat pengeluaran tenaga kerja, dengan teknik ini dapat menjaga keutuhan nutrisi unsur hara.

Unsur hara yang penting seperti Nitrogen akan terhidar dari proses denitrifikasi. Denitirifikasi adalah lenyapnya kandungan nitrogen karena perubahannya menjadi gas. Dengan teknik fertigasi hal tersebut bisa dihindari, sehingga nutrisi untuk tanaman bisa terpenuhi dengan baik.

3. NFT

Pada dasarnya teknik NFT memiliki konsep budidaya tanaman dengan memanfaatkan lapisan Polyethylene yaitu lapisan nutrisi yang dangkal pada tanaman. Hal ini dilakukan dengan menumbuhkan akar pada lapisan tersebut tanaman dapat memperoleh air dan sirkulasi yang cukup.

Nutrisi akan disirkulasikan oleh lapisan Polyethylene secara terus menerus dengan pompa. Dengan teknik ini selain tanaman memperoleh air yang cukup, nutrisi dan oksigen pun akan disirkulasikan sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik. Beberapa jenis teknik hidroponik pada dasarnya memaksimalkan kinerja penyerapan nutrisi dengan media air.

Kunjungi TaniMuda untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknik bertani hidroponik yang memiliki banyak keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *