Unsur Unsur Ceramah

5 Unsur-Unsur Ceramah Beserta Contoh Teks Ceramah Singkat

Ketika kamu mendengarkan ceramah, biasanya sang penceramah menyampaikan materinya dari sebuah teks ceramah. Nah selain teks ceramah sebagai bahan materi, ternyata masih ada hal lain yang menjadi unsur sebuah ceramah.

Lantas, apa saja unsur-unsur ceramah?

Berikut ini penjelasan empat unsur ceramah dan contoh ceramah singkat.

Unsur-Unsur Ceramah

Dikutip dari situs belajar daring Pendidikanpedia, unsur ceramah ada 5, yaitu:

  1. Penceramah
  2. Pendengar
  3. Materi
  4. Metode Ceramah
  5. Media Ceramah

1. Penceramah

Penceramah adalah orang yang menyampaikan isi atau materi ceramah di depan para pendengar. Orang yang menjadi penceramah harus benar-benar paham dan mengerti isi ceramah yang akan disampaikan.

Penceramah merupakan orang dengan wawasan dan ilmu pengetahuan luas, punya banyak pengalaman, disegani, dihormati dan dikagumi. Kalau bisa, baiknya seorang ahli atau pakar di bidang yang akan dibahas pada materi ceramah. Kenapa harus yang disegani, dihormati dan dikagumi? Supaya pendengar mau mendengarkannya dengan seksama.

Mengapa tidak boleh sembarang orang yang bisa menjadi penceramah? Karena supaya informasi atau nasihat yang disampaikan adalah benar adanya, tidak keliru dan tidak menyesatkan.

Tak hanya itu, selain harus menguasai materi, seorang penceramah juga harus bisa menyampaikan isi materinya dengan baik kepada pendengar. Sehingga pendengar juga bisa menerima informasinya dengan baik.

Menjadi seorang penceramah bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kemampuan seperti public speaking dan penguasaan panggung serta materi. Latihan dan jam terbang juga tak kalah penting. Jika penceramah tidak cukup kompeten, maka dikhawatirkan ia tidak bisa menyampaikan materi ceramah dengan baik dan benar.

2. Pendengar

Pendengar atau yang biasa disebut juga audiens adalah orang yang mendengarkan ceramah dan menerima informasi, nasihat, dan materi yang ada di dalam ceramah tersebut.

Dalam ceramah, pendengar biasa dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu umum dan khusus atau terbatas. Pendengar umum bisa siapa saja dan tidak dibatasi oleh golongan, usia, status sosial dan lain sebagainya.

Sementara pendengar khusus adalah pendengar tertentu yang dibatasi pada suatu hal misalnya golongan, kelompok, usia dan lain-lain tergantung jenis ceramahnya.

Biasanya ceramah bersifat satu arah atau dengan kata lain pendengar hanya mendengarkan materi saja tanpa berinteraksi dengan penceramah. Namun tidak jarang juga ada ceramah yang menyisipkan sesi interaksi antara penceramah dengan pendengar, contohnya sesi tanya jawab.

Jenis ceramah yang biasa melakukan interaksi dengan pendengarnya adalah ceramah pengajian, ceramah keagamaan, dan seminar.

3. Materi

Materi adalah pokok bahasan dan isi yang ingin disampaikan oleh penceramah kepada pendengar. Materi ceramah tergantung pada jenis ceramah itu sendiri.

Jika jenisnya ceramah agama, maka sudah sepatutnya materi yang disampaikan pada teks ceramah agamanya mengandung nilai-nilai, ajaran, dan pedoman keagamaan yang dianut.

Seorang penceramah harus mampu menyusun materi secara sistematis dan terarah supaya pendengar bisa memahaminya dengan baik. Lalu bagaimana materi ceramah yang baik itu? Yaitu materi yang mampu membuat pendengarnya terdorong, tergugah baik hati maupun pikirannya untuk melakukan apa yang disampaikan pada materi tersebut.

Respon pendengar terhadap informasi yang disampaikan juga dapat memengaruhi kualitas materi ceramah. Setidaknya, materi ceramah harus mudah dimengerti oleh pendengar. Gaya bahasa dan penyampaian materi ceramah hendaknya disesuaikan dengan audiensnya. Hindari penggunaan kata dan kalimat yang terlalu kompleks dan susah dimengerti.

Terkadang, menyisipkan beberapa candaan pada teks ceramah lucu bisa membuat suasana ceramah menjadi lebih cair. Sebelum menyusun materi, sesuaikanlah isinya dengan tema, audiens, tempat dan waktu ceramahnya.

4. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah teknik atau cara yang digunakan oleh pendengar untuk menyampaikan ceramahnya kepada pendengar.

Ada 4 metode ceramah, yaitu menghafal, membaca naskah, impromptu, dan ekstemporan. Berikut masing-masing penjelasannya.

  • Menghafal: metode ceramah dengan cara menghafalkan materi yang akan disampaikan. Metode ini memerlukan persiapan yang matang dan daya ingat yang kuat supaya penyampaian ceramahnya bisa berjalan dengan lancar. Kalau kamu nggak suka menghafal, gunakan metode ceramah yang lain, ya.
  • Membaca naskah: metode ceramah dengan menyiapkan naskah lengkap dan membacakannya secara langsung dihadapan para pendengar. Metode ini merupakan yang paling populer dan mudah dijumpai. Tidak heran banyak orang yang lebih memilih metode ini karena aplikasinya memang lebih mudah. Penceramah tinggal membaca dan menyampaikan materi dari naskah yang sudah ada. Sehingga tugas penceramah lebih dimudahkan dan diringankan. Metode ini disarankan bagi kamu yang masih pemula dan sedang belajar melakukan ceramah.
  • Ekstemporan: metode ceramah dengan cara menuliskan beberapa pokok bahasan sebagai catatan pengingat. Berbeda dengan metode membaca naskah yang menyiapkan dan membacakan satu naskah penuh, metode ekstemporan ini hanya menuliskan poin-poin pentingnya saja. Dengan metode ini penceramah bisa lebih bebas dalam menyusun kalimat dan tidak terpaku pada naskah yang sudah ada. Nantinya, catatan pengingat itu akan dilihat oleh penceramah ketika menyampaikan ceramahnya supaya materi dan isinya tetap terarah dan keluar batasan.
  • Impromptu: metode menyampaikan ceramah secara langsung dan spontan tanpa persiapan terlebih dahulu. Umumnya metode ceramah ini digunakan oleh penceramah dengan jam terbang tinggi dan sudah memiliki segudang pengalaman. Bagi kamu yang masih pemula, metode ini kurang direkomendasikan.

5. Media Ceramah

Dan unsur ceramah yang terakhir adalah media ceramah. Media ceramah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi ceramah kepada audiens.

Di zaman digital sekarang dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat, ceramah tidak hanya dilakukan di tempat-tempat ibadah saja, melainkan bisa juga secara daring atau online. Dengan memanfaatkan media digital dan media sosial, ceramah bisa dinikmati para pendengar kapanpun di manapun baik melalui televisi maupun internet.

Tujuan Teks Ceramah

Tujuan teks ceramah adalah untuk memudahkan penceramah menyampaikan materi ceramahnya kepada pendengar. Teks ceramah dibuat dengan harapan dapat memudahkan penceramah dalam menyusun bahan pembicarannya.

Terlebih lagi jika pendengarnya merupakan orang-orang yang sudah renta. Perlu perhatian khusus akan tata bahasa dan kalimat yang mudah dimengerti agar pembicaraan berjalan dengan lancar. Di sinilah teks ceramah berperan penting.

Contoh Teks Ceramah Singkat Beserta Strukturnya

Tidak lengkap rasanya kalau mempelajari materi teks ceramah tanpa melihat contohnya. Nah berikut di bawah ini kami sediakan juga satu buah contoh teks ceramah singkat tentang pendidikan moral beserta strukturnya.

Pentingnya Pendidikan Moral

Pendahuluan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.

Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas rezeki, karunia dan rahmat-Nya yang begitu besar. Tak lupa mari kita curahkan juga shalawat dan salam kepada junjungan alam, nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan kita semua selaku umatnya.

Isi Ceramah

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT,

Sesungguhnya suatu bangsa menjadi lebih maju dan dihormati bukan karena kecanggihan dan perkembangan teknologinya saja. Melainkan juga diikuti oleh pendidikan moral yang baik. Lalu bagaimana dengan pendidikan moral di Indonesia? Bisa kita lihat sendiri dari tingkah laku masyarakatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemajuan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat harusnya diseimbangkan dengan kemajuan cara berpikir pula. Sebagai orang tua, tentu kita bertanggung jawab terhadap perkembangan dan pendidikan moral putra-putri kesayangan kita.

Kita harus bisa membimbing mereka agar tetap berada di jalan yang benar dan bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan hanya memberikan nasihat-nasihat dan teori saja, hendaknya para orang tua juga mencontohkan secara langsung bagaimana seharusnya moral yang baik itu.

Misalnya, membantu nenek-nenek menyebrang jalan, menahan pintu masuk mini market ketika ada orang lain yang mau masuk. Dan jauhi anak-anak dari tontonan tidak bermanfaat seperti prank-prank yang tidak berguna di media sosial itu. Itu tindakan yang sangat tercela dan merugikan orang lain.

Jangan pula mengajarkan memesan makanan dengan ojek online, namun kemudian membatalkan pesanannya ketika sudah dibeli.

Hal-hal seperti itu terjadi karena kurangnya empati dan penanaman moral yang baik. Pelakunya mungkin menganggap hal itu lucu dan hiburan, tetapi bagaimana perasaan korbannya?

Penutup

Anak-anak dan remaja itu biasanya mengikuti lingkungannya, dan keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan anak-anak. Untuk itu, selaku orang tua mari kita terus belajar dan menumbuhkan empati serta moral yang baik bagi anak. Jangan hanya mengandalkan sekolah saja karena kita, keluarga, adalah lingkungan terdekatnya.

Demikian ceramah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mohon maaf bila ada salah kata yang menyinggung hati. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi panutan yang baik anak-anak demi pendidikan moral bangsa yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Itulah penjelasan tentang unsur-unsur ceramah dan juga sebuah contoh ceramah singkat. Apabila kamu punya pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *